Pendahuluan Indonesia saat ini sedang didominasi oleh dua generasi muda yang jumlahnya sangat besar, yaitu Generasi Milenial dan Generasi Z. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, jumlah Generasi Milenial yang lahir pada rentang tahun 1981–1996 dan saat ini berusia 27–42 tahun mencapai 69,38 juta jiwa. Sementara itu, Generasi Z yang lahir pada tahun 1997–2012 dan berusia 11–26 tahun berjumlah 75,49 juta jiwa. Gabungan keduanya mencapai lebih dari 144 juta jiwa, atau setara dengan 53,81% dari total penduduk Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pandangan, sikap, dan pendapat kedua generasi ini memiliki bobot yang sangat besar dalam menentukan arus wacana publik di Indonesia saat ini, termasuk dalam menilai tokoh-tokoh sejarah bangsa. Sebagai sosok yang pernah memimpin Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Jenderal Besar TNI (Purn.) H.M. Soeharto menjadi salah satu tokoh yang paling banyak dibicarakan di ruang publik, baik secara lisan maupun di media sosial. Berbagai pandangan mu...
Malam itu, di studio dingin Kompas TV, perdebatan tentang tambang nikel berubah menjadi semacam sandiwara semantik. Seorang aktivis lingkungan—yang sehari-harinya bertemu sungai berwarna logam, tanah terkelupas, dan hutan yang hilang seperti rambut rontok era modern—duduk dengan tenang. Wajahnya adalah campuran antara kesabaran dan keletihan: lelah harus terus menjelaskan bahwa kerusakan itu nyata. Di seberangnya, seorang tokoh ormas keagamaan besar duduk rapi, membawa wibawa moral yang licin dan diksi-diksi seminar yang lajunya mengalir lebih lancar daripada sungai-sungai yang kini berubah coklat pekat. Lalu muncullah istilah yang aneh sekaligus lucu: aktivis itu disebut seperti “ingin pemurnian teks”, bahkan cenderung “Wahabi lingkungan”. Padahal ia tidak sedang memegang kitab suci ekologis; ia memegang laporan lapangan, foto udara, dan video sungai yang mati. Istilah itu seperti dilempar dari mulut yang lebih terbiasa memurnikan dokumen ketimbang memurnikan udara. Justru ironi ...