Islam sebagai teologi pembebasan menurut Asghar ialah perjuangan persoalan bipolaritas spiritual-material kehidupan manusia dengan menyusun kembali tatanan sosial sekarang menjadi tatanan yang lebih adil, egaliter, dan tidak eksploitatif, juga sebagai pendorong sikap kritis. Dimana kehidupan dan kekayaan spiritual tidak bisa hidup dalam masyarakat satu dimensi. Asghar menjelaskan kembali bahwa teologi hanya akan bermanfaat bagi tujuan-tujuan kemanusiaan berangkat dari kondisi kemanusiaan itu sendiri yaitu mengubah nasib masyarakat dari penjajahan pengetahuan, budaya dan teknologi menjadi tatanan masyarakat yang adil dan bersifat maju anti penindasan. (Kredit foto: wikipedia.org) Oleh Rozi Hariansyah Asghar Ali Engineer merupakan pemikir kontemporer yang membangun reputasinya sebagai ilmuwan, jurnalis ,reformer sosial, dan aktifis publik. Ketika dunia sedang tertidur, dia dengan mata terbuka menulis buku, artikel, kolom, dan memorandum tentang hak-hak si...
KADANG SERIUS KADANG GOKIL