Ku terbangun di pagi hari Menjemput revolusi menyudahi mimpi Ku tak mau sendiri lagi Langsung saja ku buat kopi Bebas, lepas, dan resapi Tak lupa mata menengok ke kiri Ah, sungguh aku lupa diri Mungkin juga tak enak hati Satu gelas kopi dan menyendiri Berdaulat, babarengan kabar-kabari Kini ku tak sendiri lagi Bersama, kami kuat menyatukan hati Seiring berjalannya hari Aku pun menyadari Secarik puisi kini, Saatnya ku buka lagi Ku teriakki… Ku maki-maki… Ini bukan mimpi.. Dan bukan cipika-cipiki Aku berpuisi Filosofi kopi ini Akan terus berbunyi Tak terasa senja telah ku temui Pilu hati melihat kopi ini Habis karena teman sendiri Namun, gelas-gelas yang tak terisi ini Cepatlah kau tuangkan kopi Agar kita bisa berpuisi lagi Diskusi,ataupun basa-basi Sampai malam ketemu pagi Tetaplah menjadi teman sehati* ...
KADANG SERIUS KADANG GOKIL