Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

FILOSOFI, KOK NGOPI? SEBUAH ANTOLOGI PUISI

Ku terbangun  di pagi hari Menjemput revolusi menyudahi mimpi Ku tak mau sendiri lagi Langsung saja ku buat kopi Bebas, lepas, dan resapi Tak lupa mata menengok ke kiri Ah, sungguh aku lupa diri Mungkin juga tak enak hati Satu gelas kopi dan menyendiri Berdaulat, babarengan kabar-kabari Kini ku tak sendiri lagi Bersama, kami kuat menyatukan hati Seiring berjalannya hari Aku pun  menyadari Secarik puisi kini, Saatnya ku buka lagi Ku teriakki… Ku maki-maki… Ini bukan mimpi.. Dan bukan cipika-cipiki Aku berpuisi Filosofi kopi ini Akan terus  berbunyi Tak terasa senja telah ku temui Pilu hati melihat kopi ini Habis karena teman sendiri Namun,  gelas-gelas yang  tak terisi ini Cepatlah kau tuangkan kopi Agar kita bisa berpuisi lagi Diskusi,ataupun basa-basi Sampai malam ketemu pagi Tetaplah menjadi teman sehati* ...

JANGAN PANGGIL AKU GAY

Persoalan LGBT? Ah tulisan ini saya coba untuk repost lagi. Sebelumnya tulisan ini saya buat di tahun 2012 sebagai inisiatif lanjutan tulisan yang ditulis oleh kawan saya sendiri, nama nya Andi Tama mengenai kajian “transgender”, dengan dua judul tulisannya yang berjudul “Waria” dan “transgender dua”. Kalau mau lihat tulisan Andi Tama, silahkan berteman dulu dengan akun facebooknya. Entah menjadi saran ataupun kritik yang membangun, untuk lanjutan tulisan kawan Andi dari pengalaman orang yang memilih jalan hidupnya “sama” namun dari perspektif yang berbeda. Hasil tulisan ini merupakan dialog singkat empat tahun yang lalu dengan kawan lama bernama Ucil alias Yasin. Dia seorang pria yang mengakui “penyuka sesama jenis”. Seperti biasa, daripada berlama-lama nasi-basi nya, sebaiknya mari kita baca.                                                 ...

TINGKAHMU SEPERTI SAMBALADO

Yang pasti ini bukan judul sebuah lagu. Ini cuma kisah singkat teman-teman saya sendiri.Jadi semacam gabungan dari hobi teman-teman saya sendiri. Tenang saja, ini tidak ber-series- kok. Saya tidak mungkin kan buat judul cerita nya “Selangkangan sebelah kanan kepanasan”, lalu seminggu kemudian posting lagi lanjutan cerita nya dengan judul “Selangkangan sebelah kiri kepanasan”. Tidak lucu saja kalau klimaks cerita nya “Selangkangan tengah pun ikut kepanasan”. Oke, tidak perlu berlama-lama, nikmati kisah singkat cerita ini, semoga kita dapat hikmah nya. (Nama orang sengaja disamarkan) Oleh: Rozi H.  “Sudahlah, lama-lama gw pusing liat lu garuk selangkangan melulu.” Jodi mengutuki kawan satu Kosan, yaitu si Iman, sedang yang dikutuk malah asyik garuk selangkangan dan sambil mengekpresikan wajah merem-melek yang menurut Jodi sangat menyebalkan. Begitulah pemandangan yang sering Jodi liat selama numpang di kosan Iman. Padahal Jodi tahu hobi aneh yang sering dilakukan kaw...

SEKARANG BAPAKNYA BERADA DIMANA?

MATEMATIKA BUKAN SEKADAR ILMU YANG MENYERAMKAN, KINI DENGAN MATEMATIKA AKU BISA BIKIN CERITA KONYOL NAN IDIOT.......   Oleh: Rozi H. Pernyataan : Jika umur seorang ibu adalah 21 tahun lebih tua dari anaknya, 6 tahun kemudian ternyata umur ibunya 5 kali lipat dari umur anaknya.. Pertanyaannya : umur anaknya berapa sekarang ??                             dan bapaknya lagi ada dimana ( emang ga nyambung sih.. udah lu baca aje,,,) Jawab :   cekidot.... Sumber: Google.com Diketahui , umur ibunya ( I = A + 21)  ( + 6 TAHUN KEMUDIAN ) Umur anaknya (A = ?? )       ( + 6 TAHUN KEMUDIAN, LIMA KALI LIPAT UMUR IBUNYA )  (  A +6) X 5 --- MASUK PERSAMAAN-----                 ...

MAAFKAN BAPAK, ANAKKU.

Sewaktu ku kecil, sewaktu aku masih dipangkuan ibuku, ibuku sering mengajakku berjalan-jalan dengan kereta bayi, aku sangat senang. Beberapa saat aku menangis manja, meminta perhatian ibuku, ibuku pun dengan cekatan, langsung memeperhatikanku dan menghiburku agar berhenti menangis...... Ayah melihatku sedang dimanja oleh ibuku, akupun membalasnya dengan tatapan manja, aku harap ayah juga datang menghampiriku untuk menghiburku.. kukira ayah menghampiriku untuk menghiburku.. ternyata tidak...... Aku sedang menggali tanah untuk mencari cacing, untuk umpan memancingku di kolam belakang rumah, beberapa saat aku melihat ayah sedang berjalan melewatiku, ketika ia berbalik, kuharap ayah menghampiriku untuk membantu menggali-kan tanah untukku, kukira ayah menghampiriku untuk membantuku... ternyata tidak....... Aku memenangkan pertandingan semifinal kasti tingkat remaja di sekolah, dan kini aku ingin ayah menonton pertandingan finalku untuk menyemangatiku...., aku hanya bisa...